Jumat, 15 April 2011

Kerajaan Majapahit

Sejarah Kerajaan Majapahit

Kerajaaan majapahit didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1292. Raden Wijaya adalah menantu raja Kertanegara dari Singosari. Ia berhasil membangun kerajaan Majapahit setelah mengalahkan Jayakatwang dari Kediri. Kerajaan ini bercorak Hindu. Pusat kerajaan Majapahit berada di desa Tarik, Mojokerto, Jawa Timur.

Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan besar kelanjutan dari kerajaan Singosari. Wilayahnya mencakup hamper seluruh Nusantara dan Tumasik(Singapura)

Raja raja yang pernah memerintah di kerajaan Majapahit adalah sebagai berikut :

a. Raden Wijaya (1293 -1309)

Raden Wijaya adalah Raja pertama Majapahit. Ia dinobatkan menjadi Raja Majapahit pada tahun 1293 dengan gelar Kertarajasa. Setelah menjadi raja, Raden Wijaya berusaha keras agar Majapahit menajdi kerajaan besar. Atas kerja keras nya, Majapahit terus berkembang. Rakyat nya hidup aman dan tentram.

Meskipun Raden Wijaya berusaha adil dan bijaksana, pembrontakan tetap saja muncul. Raden Wijaya harus menghadapi beberapa pemrontakan yang dilakukan oleh para sahabatnya. Mereka merasa tidak puas dengan jabatan yang diberikan oleh Raden Wijaya. Sahabat Raden Wijaya yang melakukan pemberotakan adalah Ranggalawe, Komasora dan Nambi.

Setelah memerintah Majapahit selama 16 tahun, Raden Wiajaya wafat, ia wafat pada tahun 1309. Abu jenazahnya dimakamkan di Candi Simping(Blitar) sebagai Wisnu dan Siwa serta di Antapura sebagai Budha.

b. Jayanegara (1309 -1328)

Pada masa pemerintahan jayanegara muncul beberapa pemrontakan. Beberapa pemberotakan yang timbul adalah pemberotakan Juru Demung (1313), Gajah Biru (1314), Nambi (1316), Semi (1319) dan Kuti (1319). Pembrontakan Kuti dianggap paling berbahaya. Pembrontakan kuti berhasil menguasai istana sehingga raja Jayanegara terpaksa mengungsi ke desa Bedander. Pada tahun 1328, Jayanegara wafat setelah dibunuh oleh tabib Tanca. Abu Jenazahnya dimakamkan di Sela Petak dan Bubat sebagai Wisnu serta di Sukalila sebagai Budha Amoghsidi. Setelah itu pemerintahan majapahit dilanjutkan oleh TriBuana Tungga Dewi.

c. Tri Buana Tungga Dewi (1328 – 1350)

Tribuana Tungga Dewi adalah Putri Raden Wijaya dari istri yang bernama Gayatri. Pada masa pemerintahan TriBuana Tungga Dewi, timbul pemerotakan besar. Pemberotakan itu disebut pemberotakan Sadeng. Pemberontakan ini berhasil di tumpas oleh Gajahmada. Berkat jasa nya, Gajahmada diangkat sebagai Mahapatih Majapahit oleh Tribuana Tungga Dewi.

Pada tahun 1350, Tribuana Tungga Dewi turun Tahta. Ia Kemudian digantikan oleh Hayam Wuruk.

d. Hayam Wuruk (1350 – 1389)

Setelah naik tahta, Hayam Wuruk bergelar Sri Rajasa Negara. Dalam memerintah kerajaan, ia didampingi oleh Patih Gajah Mada. Berkat kerjasama kedua tokoh ini Majapahit mencapai jaman kejayaan. Bukti bukti kebesaran Majapahit diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Para pujangga majapahit berhasil membuat karya karya terkenal, seperti :

a. Kitab Negarakertagama karya empu Prapanca

b. Kitab Arjuna Wiwaha karya empu Tantular

c. Kitab Sutasoma karya empu Tantular, didalam nya terdapat istilah Bineka Tunggal Ika tan Hana Dharma Mangruwa. Istilah Bineka Tunggal Ika tersebut sekarang tercantum dalam lambing Negara Republik Indonesia.

2. Wilayah Kekuasaan Majapahit sangat luas. Hal ini seperti yang di terangkan dalam kitab Negara Kertagama. Dalam kitab itu diterangkan bahwa daerah kekuasaan Majapahit, meliputi Sumatra, Semenanjung Melayu, Tumasik, Kalimantan Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Kerajaan Majapahit berhasil mempersatukan seluruh Nusantara. Oleh sebab itu, Majapahit disebut sebagai Negara Nasional ke 2 di Indonesia. Kejayaan Majapahit pada masa periode ini dapat terwujud karena beberapa hal sebagai berikut :

a. Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada menerapakan kepemimpinan yang adil, tegas dan bijaksana. Dengan demikian, rakyat hormat dan tunduk kepadanya.

b. Majapahit mempunyai kekayaan alam yang melimpah. Bidang pertanian dan perdagangan nya sangat maju. Oleh karena itu, Majapahit disebut juga sebagai kerajaan agraris dan maritime.

c. Angakatan laut Majapahit sangat kuat yang dipimpin oleh Laksamana Nala. Angkatan laut yang kuat itu mampu menjaga keamanan dan kelancaran pelayaran.

d. Terjalin hubungan perdagangan dengan Negara Negara lain, seperti Cina, India, Arab dan Persia.

e. Adanya sikap toleransi antar umat beragam. Penganut agama Hindu dan Budha hidup berdampingan secara damai. Di bentuk lembaga khusus untuk mengurusi masing masiing agama.

Selain karya sastra, Majapahit juga mempunyai peninggalan sejarah yang berupa candi. Candi candi tersebut, antara lain candi Penataran, candi Sawentar, candi Tegal Wangi, candi Jabung, candi Tikus dan candi Sumber Jadi. Pada tahun 1364, Patih Gajah Mada wafat. Sepeninggalan Gajah Mada, tidak ada yang mampu menggantikan kedudukan dan peran Gajah Mada. Pada tahun 1398, Hayam Wuruk wafat, setelah ke dua tokoh tersebut wafat, Majapahit terus mengalami kemunduran. Faktor penyebab kemunduran Majapahit, antara lain sebagai berikut :

a. Sepeninggal Hayam Wuruk dan Gajah Mada tidak ada tokoh pengganti yang cakap dan berwibawa.

b. Terjadinya perang Paregreg(1401 -1406), yaitu perang saudara memperebutkan kekuasaan dan tahta kerajaan. Perang ini terjadi antara Wirakramawardana dengan Bre Wirabumi

c. Daerah daerah bawahan Majapahit banyak yang berusaha melepaskan diri.

d. Agama Islam mulai berkembang di pesisir pantai utara Jawa. Hal ini diikuti dengan berdirinya kerajaan Demak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar